SELAMAT DATANG DI OFFICIAL WEBSITE DEPO MATRIAL SUMEDANG

Tujuh (7) Langkah Pengecoran Agar Trotoar Lebih Baik

Tujuh (7) Langkah Pengecoran Agar Trotoar Lebih Baik

 

Ada yang lebih dari sekedar menuangkan konkrit dan menunggunya sampai mengeras. Ada hal lain yang perlu Anda ketahui yaitu membentuk dan menghaluskan konkrit agar menarik, dan memiliki permukaan yang tahan lama.

 

1. Ratakan konkrit dengan menggunakan balok/papan perata (sebuah balok kayu lurus ukuran 5×10 cm dan panjangnya harus ada lebih sekitar 0.3 meteran dari lebar jalan trotoar). Perataan harus segera dilakukan setelah coran konkrit dituangkan. Balok perata harus ditempatkan diatas coran dan digerakan maju mundur seperti gerakan menggergaji menuju kearah ujung konkrit. Isilah area yang masih kosong atau permukaan yang lebih rendah dengan coran segar dan ulangi perataan di atas area yang sama.

Step-1

 

 


2. Pergunakanlah papan penekan (Bull Float) diatas konkit yang masih segar segera setelah dilakukan perataan untuk menekan aggregate supaya turun dan memunculkan coran yang tidak ada splitnya kepermukaan untuk finishing. Papan penekan gerakannya berlawanan dari papan perata dan didorong menjauhi anda, sedikit mengangkat bagian depan, kemudian menariknya kembali sambil mengangkat bagian belakang.

 

 

Step-2

 

 

3. Tunggu sampai sisa air coran menghilang dan ratakan permukaannya dengan perata tangan yang terbuat dari magnesium atau dari kayu mulailah dari area dimana coran dituangkan lebih awal. Gunakan gerakan seperti menghapus dan angkatlah sedikit ujung depan dari perata tangan.

 

 

Step-3

 

 

4  Gunakan alat untuk membuat garis pinggir pada jalan trotoar, lakukan dengan gerakan maju mundur di area dengan jarak sekita 0.5 meteran. Lakukan sampai ke ujung trotoar dan rapihkan pinggir-pingginya dengan alat tangan penghalus konkrit.

 

 

5. Bikinlah garis kontrol dengan jarak 1.5 sampai 2 meter di atas trotoar dengan menggunakan alat pembuat garis untuk konkrit. Pembuatan garis kontrol dengan jarak tertentu harus terukur dengan mengetahui panjang trotoar kemudian membaginya dengan rata kedalam bagian tertentu sehingga memiliki ukuran segmen yang sama. Untuk penarikan garis, gunakalah papan lurus atau mistar untuk mengarahkan alat pembuat garis sehingga bisa mendapatkan garis yang lurus.

 

 

Step-5

 

6. Gunakanlah sapu untuk membuat garis-garis halus diatas trotoar. Secara lembut sapukan dari sisi terjauh menuju Anda. Mulai dari ujung awal trotoar yang sudah mulai mengering menuju ke ujung akhir yang masih basah. Garis yang dibuat oleh sapu ini harus berkesinambungan dan tumpang tindih sekitar 15 cm dengan hasil penyapuan sebelumnya jika anda merasakan tekstur konkrit terlalu kasar dan muncul gumpalan, ratakanlah dengan perata tangan, dan cobalah lagi setelah 15 menit.

Step-6

 

 

7. Agar trotoar bisa lebih kuat dan terhindar dari pengelupasan, pecah atau retak, maka tutuplah dengan terpal plastik setelah penyapuan. Tutuplah konkrit apabila sudah tidak ada lagi yang bisa dikerjakan agar trotoar lebih indah.
Jangan lupa beri tanda “Masih Basah” denga barikade/penghalang disekelilingnya sehingga semua orang tahu kalau trotoar ini masih basah dan belum bisa diinjak.

 

 

Step-7

 

 

Selesai, Lihatlah hasilnya, lebih baik bukan?

 

 

Intro

 

 

Depo Matrial Tanjungsari Sumedang (26 Agustus 2025)

 

Source : wikihow diambil poin poin yang terpenting.

©2016 Depo Matrial All right reserved   Developed by javwebnet