SELAMAT DATANG DI OFFICIAL WEBSITE DEPO MATRIAL SUMEDANG

Rasio Semen, Pasir, Batu Bata Merah dan Split

Rasio Semen, Pasir, Batu Bata Merah dan Split

Mengetahui resep berapa banyak bahan yang harus dicampurkan dengan tepat dan mengetahui langkah langkah membuat adukan konkrit dengan benar akan menghemat biaya dan waktu yang dibutuhkan.

SNI 6897:2008 No.6.10 : Memasang 1 m2 dinding bata merah ukuran (5x11x22) cm tebal ½ bata, campuran spesi 1 Portland Cement (PC) :

  • 5 Pasir Pasang (PP)
  • 9,68 kg Semen
  • 045 m3 pasir pasang
  • 70 bh batu bata


Contoh: Kalau kita akan memasang dinding batu bata dengan ukuran 10 m x 3 m = 30 m2.

Maka kebutuhan semen 9,68 kg/m2 x 30 m2 = 290.4 kg. Apabila semen per saknya 50 Kg, maka dibutuhkan 290,4 kg : 50 kg = 5.80 Sak dibulatkan menjadi 6 Sak. Kita bisa menghitung biayanya juga, apabila 1 sak = Rp. 70.000 maka biaya yang dibutuhkan 6 sak x 70.000 = Rp. 420.000.

Sedangkan untuk pasir pasang yang dibutuhkan yaitu: 0.045 m3/m2 x 30 m2 = 1.32 m3. Apabila toko bangunan menyediakan mobil dolak yang 1 m3 maka anda bisa bilang 1,5 dolak karena toko bangunan biasanya menghitung ½ atau 1 dolak apabila menjual. Kita bisa hitung juga berapa biaya pasir pasang. Apabila satu dolak seharga Rp 300.000 maka 1.5 dolak x Rp.300.000 = Rp 450.000.

Bagaimana dengan batu bata merah? Sama saja penghitungannya, 70 bh/m2 x 30 m2 = 2100 buah. Untuk biayanya apabila 1 buah bata merah jatiwangi = Rp. 600, maka 2100 x Rp. 600 = Rp. 1.260.000.

Nah sekarang kita lihat ratio untuk semen, pasir dan split untuk cor beton. Ketentuan di Indonesia yaitu dengan Ratio 1:2:3 untuk Semen : Pasir : Split dengan perbandingan 1 Kg Semen: 2 Kg Pasir : 3 Kg Split. Untuk pelaksanaan dilapangan biasanya menggunakan perbandingan berdasarkan volume 1 m3 semen : 2 m3 Pasir : 3 m3 Split. Para tukang bahkan menggunakan perbandingan dengan sekop yaitu 1 sekop semen : 2 sekop pasir : 3 sekop split.
Semua alat akan berpatokan pada 1 sak semen sebagai berikut:

  • 1 Sak semen = 5 Sekop pengki
  • 1 Sak semen = 1 dolak
  • 1 Sak semen = 0,024 m3 (sak semen 50 kg yaitu 10 cm x 40 cm x 60 cm)


Contoh: kita akan membangun bidang cor beton dengan ukuran 20 m x 6 m dan tebal 10 cm maka volume beton tersebut adalah 20 x 6 x 0.1 = 12 m3.

Total untuk campuran tersebut 1 + 2 + 3 = 6, berarti 1/6 semen, 2/6 Pasir dan 3/6 batu split.

Maka keperluan semen = 12 m3 x 1/6 = 2 m3 : Pasir = 12 m3 x 2/6 = 4 m3 : Split 12 m3 x 3/6 = 6 m3. Dan untuk 2 m3 semen adalah 2: 0.024 = 83.3 sak semen, dalam hal ini lebih baik digenapkan ke 84 sak semen dan sisa semennya bisa digunakan untuk lainnya.

Salam – TB Depo Matrial, di update tanggal 28 Januari 2025

Source: Dari berbagai sumber On Line

©2016 Depo Matrial All right reserved   Developed by javwebnet