• +62 821 19431422,

SELAMAT DATANG DI OFFICIAL WEBSITE DEPO MATRIAL SUMEDANG

Menggali Jati Diri Kayu Jati

Menggali Jati Diri Kayu Jati

Sahabat Depo Matrial, kali ini kami ingin sharing tentang kayu jati, dalam bahasa inggrisnya kayu jati ini dikenal dengan nama teak wood atau Burmese teak. Yuk, kita ulas bersama, karena ini mengenai jati diri, jadi depo matrial merujuk ke website wood-datebase.com yang menjelaskannya sebagai berikut:

Nama Umum: Jati (Teak, Burmese teak)
Nama Ilmiah: Tectona grandis
Penyebaran: Berasal dari Asia Selatan;
Banyak tumbuh di perkebunan di seluruh wilayah tropis Afrika, Asia, dan Amerika Latin.
Ukuran Pohon:
tinggi 30-40 meter, diameter pohon 1-1,5 m
Rata-rata Berat Kering: 655 kg / m3
Gravitasi Spesifik (Dasar, MC 12%):
0.55, .66
Kekerasan Janka: 1.070 lbf (4,740 N)
Modulus Pecah: 14,080 lbf / in2 (97,1 MPa)
Modulus elastis: 1,781,000 lbf / in2 (12,28 GPa)
Kekuatan
hancur: 7,940 lbf / in2 (54,8 MPa)
Penyusutan: Radial: 2,6%, Tangensial: 5,3%, Volumetrik: 7,2%, Rasio T / R: 2.0

Warna /Tampilan: hati kayu cenderung berwarna coklat keemasan atau coklat sedang, dengan warna yang gelap seiring bertambahnya usia.

Urat/Tekstur: Urat lurus, meski terkadang bisa bergelombang atau saling bertautan. Tekstur kasar, tidak merata dan kilau alami yang rendah sampai sedang. Permukaan kayu mentah yang belum selesai finishing terasa sedikit berminyak atau berlemak karena adanya minyak alami.

Endgrain (Ujung urat): Cincin berpori atau semi-cincin-berpori; pori-pori tunggal - kayu awal dengan ukuran besar sampai sangat besar, pori-pori kayu akhir sedikit dengan ukuran menengah sampai besar; menyendiri dan dalam kelipatan radial 2-3; tyloses dan endapan kayu inti lainnya (berwarna terang); Rays medium terlihat tanpa lensa, jarak normal; parenchyma vasicentric, dan terikat (marjinal), dengan pita-pita yang agak cukup lebar untuk menutup seluruh pori-pori awal.

Tahan lapuk: Jati dianggap oleh banyak orang sebagai standar emas untuk ketahanan pembusukan, dan hati kayunya digolongkan sebagai kayu yang sangat tahan lama. Jati juga tahan terhadap rayap, meski hanya memiliki ketahanan sedang terhadap hewan laut penggerek dan kumbang pembubuk.

Workability: Mudah dikerjakan untuk hampir semua hal, dengan satu peringatan yaitu Jati mengandung level silika yang tinggi (sampai 1,4%) yang memiliki efek penumpulan yang jelas pada ujung mata sugu pemotong. Meskipun berminyak alami, Jati biasanya dapat direkat dengan hasil penyelesaian yang baik, meskipun dalam beberapa kasus mungkin perlu untuk menyeka permukaan kayu dengan pelarut sebelum melakukan perekatan / finishing untuk mengurangi minyak alami pada permukaan kayu.

Aroma: Jati beraroma seperti kulit ketika baru dipotong / dihaluskan / digiling.

Alergi / Toksisitas: Walaupun reaksi berat sangat jarang terjadi, namun telah dilaporkan jika Jati sebagai sensitizer. Biasanya reaksi yang paling umum hanya mengenai mata, kulit, dan iritasi pernapasan, serta efek kesehatan lainnya, seperti mata kemerahan, ruam, mual, gejala seperti asma, dan efek penglihatan.

Harga / Ketersediaan: Walaupun perkebunan budidaya sudah meluas di seluruh dunia, Jati masih sangat mahal. Ini mungkin adalah salah satu barang berharga paling mahal di pasaran, setidaknya untuk kayu berukuran besar dan tidak dipalsukan. Kayu lainnya lebih mahal, tapi biasanya hanya tersedia dalam potongan kecil, (misalnya Gaboon Ebony atau Snakewood), atau hanya dinilai dari corak uratnya (yaitu kayu burl, Pommele Sapele, Air Terjun bubinga).

Sustainability: Spesies kayu ini tidak terdaftar dalam Appendiks CITES atau pada Daftar Merah spesies yang terancam di IUCN.

Kegunaan Umum: Pembuatan kapal besar dan kecil, vinir, furnitur, konstruksi eksterior, ukiran, pembubutan, dan benda kayu kecil lainnya.

Salam Depo Matrial

Sumber: http://www.wood-database.com/teak/

©2016 Depo Matrial All right reserved   Developed by javwebnet