
Bangunan dengan beton melibatkan banyak langkah untuk mencapai qualitas yang paling baik, dari mulai Pembentukan, Perataan/Grading, Penempatan, dan Penyelesaian/finishing. Salah satu langkah penting yaitu merangkaikan dan menempatkan besi beton dengan benar, dan artikel ini akan menjelaskan bagaimana langkah yang tepat untuk membuat kerangka besi beton.
1. Rencanakan proyek Anda. Untuk membuat konstruksi beton berstruktur, seorang insinyur dan arsitek biasanya akan melakukan pekerjaan desain dan memberikan informasi spesifik mengenai ukuran, konfigurasi, dan penempatan besi beton dalam pekerjaan yang terkait. Sedangkan perencanaan fabrikasi, penempatan struktur beton yang benar serta pengaturan jadwal kerja itu semua adalah tugas pertama Anda.
2. Membeli Besi Beton (rebar). Untuk proyek sederhana seperti pondasi bangunan dan Penguat papan beton, Anda dapat membeli besi beton/rebar yang diperlukan dari toko besi dan bangunan. Tetapi untuk aplikasi yang rumit dengan bentuk tertentu seperti untuk pembuatan balok/gelagar/tiang, pondasi dinding, tanki, dsb, Anda spesialis fabrikasi rebar yang bisa membentuk kerangka beton sesuai dengan keinginan. Beberapa contoh bentuk rebar:
a. Stirrups/behel/injakan. Salah bentuk rebar untuk penyangga bagian samping dari konfigurasi besi beton, yang sering disebut juga sebagai “cage” atau sangkar. Mereka akan menciptakan struktur/rangka yang terbuat dari besi beton besar, dan bentuknya bervariasi seperti bulat, persegi empat, persegi panjang, atau bahkan rangkanya kompleks yaitu kombinasi dari berbagai bentuk.
b. Dowels/Paku Semat. Berbentuk L, atau panjang lurus dengan ujungnya berbentuk siku 90 derajat.
c. Corner bars/Besi Beton Jorong/sudut. Ini juga berbentuk L, dengan masing-masing sisi L nya sama panjang.
d. Offset bends/lekukan seimbang. Bentuknya dari dari yang paling sederhana seperti huruf Z sampai ke sudut kompleks, digunakan untuk tangga beton atau untuk meninggikan pondasi beton.
e. Hairpins/Penjepit Rambut. Bentuknya seperti huruf U sering digunakan untuk mengunci dua atau lebih hamparan besi beton untuk memberikan kekuatan pengecoran beton dibagian samping.
f. Candycanes. Bentuknya panjang lurus dengan salah satu atau kedua ujungnya berbentuk huruf U, ini juga sama untuk mengunci dua atau lebih hamparan besi beton dibagian samping.
3. Konsultasikan Perencanaan Desain Konstruksi Anda.
Jika Anda akan membeli rebar dari sebuah fabrikator, biasanya fabricator yang akan membuat rangka besi beton akan mengecek gambar, dan struktur dari arsitek anda kemudian dia akan membuat gambar kerja tentang struktur yang diinginkan dengan memberikan identifikasi untuk setiap jenis rebar yang diperlukan. Untuk proyek yang sederhana, perlu adanya penjelasan tentang jarak dan ukuran besi beton dalam rencana konstruksi. Gunakan dokumen ini untuk menentukan di mana dan besi beton apa yang diperlukan untuk setiap area bangunan.
4. Pilih metode yang akan Anda gunakan untuk mengikat rebar. Seringnya, rebar diikat dengan kawat baja, yang umum dijual dalam bentukan kiloan atau rollan, atau jika menggunakan mesin pengikat dengan pemotong otomatis, yang ujung mesinnya telah di desain untuk memotong dan mengikat kawat beton. Mesin ini lebih mudah digunakan khususnya bagi pemula, tapi biayanya lebih mahal, sehingga orang lebih cenderung untuk menggunakan teknik yang pertama (rodbusters) yaitu dengan mengikat langsung manually dengan kawat baja gulungan atau kiloan.
5. Siapkan area dimana beton harus ditempatkan. Permukaan tanah harus sudah di ratakan dan dipadatkan setelah sebelumnya dilakukan penggalian untuk instalasi pipa air dan listrik selesai. Tentukan gambaran nyata atau teta letak dilapangan dengan pemetaan yang benar, penarikan garis-garis dan pengukuran yang tepat untuk pengencoran beton, tentunya setelah tanah tersebut di ratakan dan dipadatkan, kalau perlu dilakukan uji kelayakan untuk melihat kekuatan struktur tanahnya.
6. Tentukan Jenis Beton apakah yang akan dipasang sebelum anda merangkai rebar. Untuk pondasi yang besar di mana rebar berat yang akan digunakan, bekisting biasanya dilakukan terlebih dahulu, yaitu untuk dinding beton dan balok, salah satu sisi dapat dibuat sebelum rebar diikat, tapi pengikatan harus dilakukan ditempat sebelum bekisting selesai jadi besi beton dapat diposisikan dan diikat di tempat. Untuk lempengan beton, tanah bagian bawah dari lempengan beton harus sudah dikasih obat anti rayap, dipasang penghalang kelembaban atau anti lembab yang harus dipasangkan sebelum hamparan besi beton diikat.
7. Pilah dan Pilih Rebar. Hal ini termasuk memilah-milah dan memilih-milih individual rebar dari masing-masing kelompok ukurannya sesuai dengan gambar desain. Contohnya yaitu untuk pembuatan rangka coran beton yang berbentuk lempengan dengan ukuran 4 meter x 4 meter dengan jarak kerapatan besi beton 20×20 cm. perlu ditentukan berapa ukuran besi 6, 8, 10 dan 12 yang diperlukan, dan ini harus disesuaikan dengan gambar – desain. Berapa tinggi lempengan coran beton ini dan bagaimana variasi yang diinginkan.
8. Pengikatan Rebar. Mengikat rebar sehingga mereka tetap berada pada posisi masing-masing yang benar sangat penting untuk mencapai kekuatan yang diinginkan dari suatu struktur beton.
9.Tempatkan setiap rebar dalam posisi masing-masing sesuai dengan tata letak yang dijelaskan dalam langkah sebelumnya. Tata letak besi beton bisa ditandai dengan menggunakan soapstone, pena cat, krayon kayu, atau dengan cat semprot.
10. Pilih ikatan yang sesuai dengan jenis rebar yang akan digunakan. Untuk ikatan kantung (Ikatan kancing, jangan bingung karena hal ini akan dijelaskan kemudian). Untuk papan lempengan beton biasa, Jika interaksi beton coran denga rebar adalah kecil atau minim, dan tidak akan mungkin terjadinya pergerakan, maka gunakanlah ikatan yang sederhana, Lilitan tunggal kawat beton disetiap titik temu rebar, ikatlah lilitan tersebut erat-erat dengan cara memutarnya itu sudah lebih dari cukup. Ikatan ini lebih dikenal dengan sebutan ikatan kancing, bisa dilakukan dengan mesin atau dengan cara manual. Ikatan kancing dapat mudah dilakukan dengan menggunakan tang 9 inch. Untuk aplikasi lain di mana kekuatan beton coran dapat merusak titik temu rebar, atau menginginkan rebar lebih kuat agar bisa menahan tekanan dari coran sehingga rebar tidak lepas dari konfigurasi struktur beton. Maka ikatan yang lebih rumit diperlukan. Berikut adalah beberapa ikatan rumit, dengan penjelasan sederhana tentang bagaimana mereka dibuat:
a. Ikatan dengan Figur angka 8. Ini dibuat dengan melilitkan kawat beton menyilang dibagian depan titik temu rebar lalu lilitkan kearah belakang dan lilitkan lagi kebagian depan berlawanan arah dengan lintangan sebelumnya pada titik temu rebar sampai lilitan bertemu dengan ujung kawat. Potonglah kawat beton tersebut lalu satukan dengan ujung kawat yang satunya dan putarlah kebelakang sehingga ujung tajam kawatnya menekuk ke arah kebelakang. Ikatan ini akan membentuk rangka beton tegak lurus, lebih mencengkram titik temu rebar dengan erat dan dapat mencegah kerusakan karena terjadinya gerakan diagonal.
• Ikatan Sadel/Pelana. Mirip dengan fingur angka 8, Dimulai dengan mengikatkan kawat dari arah belakang kemudian melintang didepan rebar biarkan kawat beton sejajar dengan rebar, lalu masukan kawat beton tersebut ke bagian belakang rebar, kembali ke bagian depan pada sisi yang berlawanan. Sekarang putarlah ujung-ujung kawat beton tersebut kemudian tekuk dan potong. Ikatan sadel ini sangat berguna jika rebar harus diikatkan ke tembok atau melakukan pekerjaan ke bagian atas sehingga tukan besi bisa naik dengan menginjak rangka rebar untuk melakukan pekerjaannya. Figur angka 8 dan sadel ini memliki keunggulan masing-masing dan bisa digunakan silih berganti tergantung pada kondisi dan kebutuhan dilapangan.
• Kombinasi Figure angka 8 dan ikatan Sadel/pelana. Ikatan kombinasi ini dilakukan sebagai ikatan tambahan disekitar tulangan vertikal sehingga bisa meningkatkan kekuatan ikatan rebar tidak merosot ketika beban ditumpukan dari atas.
11. Gunakan tang untuk mengikat ikatan ini secara efisien. Untuk semua ikatan yang disebutkan di atas , Anda bisa gunakan tank untuk menarik kawat dari gulungan, tang bisa pegang di tangan
yang lebih dominant sedangkan kawat beton bisa dipegang oleh tangan yang kurang dominan. Tang bisa mencekram erat ujung kawat ketika harus ditarik dari ujung satu ke ujung lainnya. Tang juga sangat memungkinkan untuk membuat ikatan lebih kuat karena jepitan dan tarikan tang bisa memberikan tenaga tambahan kepada fabricator (orang yang sedang melakukan fabrikasi rangka beton). Ujung-ujung kawat yang
disatukan dapat dijepit dan dipelintir dengan mudah yang kemudian pemotongan kawat juga bisa dikerjakan dengan tang. Banyak sekali manfaat tang pada saat merangkai rangka beton.
12. Ikat semua rebar yang dibutuhkan dalam posisi yang benar. Periksa lagi desain dan perencaan untuk memastikan setiap komponen baja tulangan terpenuhi. Seringkali, dalam penguatan beton struktural, Anda akan menemukan beberapa elemen yang bersamaan saling mempengaruhi yang bisa membuat qualitas rangka beton menurun. Berikut adalah beberapa hal yang perlu diperhatikan:
• Block Dowel/Paku Balok. Ketika menempatkan pondasi beton yang diatasnya akan didirikan balok, Anda biasanya akan temukan perencanaan untuk instalasi Block Dowel, atau rebar vertikal untuk memperkuat rangka sel dengan jarak yang diperlukan untuk memberikan kekuatan yang cukup untuk menahan dan menopang beban dari sebagian atau keseluruhan struktur bangunan anda. Rangka beton ini terikat dengan pondasi besi beton (balok pijakan) yang ditempatkan ditengah individu balok sel. Untuk penempatan yang benar, Anda perlu untuk menentukan garis dinding, kemudian jarak antara sel-sel ini. Jika tata letak Anda dimulai dari sudut, maka gunakanlah balok ukuran 8×16 inci, jadi Anda dapat menempatkan Block dowel pertama 4 inci di dalam garis dinding luar, dan 4 inci dari sudut, maka ruang tambahan pada rangka beton pada jarak yang dibutuhkan ada dalam kelipatan 8 inci. Sebagai contoh, garis tengah ada pada 16, 24, atau 32 inci. Hal ini dikenal sebagai jarak blockwork/balok kerja.
• Bulkhead Dowels/Paku Sekat. Jika pondasi pijakan ini tidak akan selesai dalam satu pengecoran, maka pemakuan akan diperlukan dalam bentuk sekat-sekat sehingga akan mengikat struktur kerangka beton. Pastikan bahwa pemakuan cukup panjang sehingga tumpang tindihnya kerangka bisa mempertahankan kekuatan masing-masing balok. Biasanya, pangkuan rebar dihitung dengan melihat garis tengah. Sebagai contoh rebar no 5 (nomor ini digunakan di luar negri) memiliki diameter 5/8 inci, dan pangkuan rebar yang diperlukan bergaris tengah sekitar 40 inci. Maka kalikanlah diameter 5/8 dengan 40, Anda akan mendapatkan 200/8 atau 25 inci.
• Perhatikanlah struktur beton, kemungkinan ada bentuk lain dari pemasangan dan penyisipan yang diperlukan. Perlu diperhitungkan secara teliti pada saat pembuatan rangka beton dimana diperlukan pemasangan baut jangkar (ankur), lengan beton, weld plates yang ditanam, sisipan, atau yang lainnya yang harus dibuat secara benar tanpa menggangu struktur beton dan menggangu fungsi setiap alat tersebut. Secara umum, alat-alat ini membutuhkan posisi yang lebih tepat, sehingga penyeimbangan diperlukan untuk satu atau dua rebar.
13. Penopang Rebar/Kursi Rebar. Ketika hamparan dan rangka telah dipasangkan, maka Anda harus mempertahankan rangka beton tersebut tetap dalam posisinya sehingga coran beton akan menutupi semuan rangka tersebut. Biasanya digunakan kursi rebar / penopang rebar atau kon blok / batako yang berfungsi sebagai penopang. Kemudian tempatkan penopang ini pada jarak yang tidak akan memungkinkan rebar menekuk atau bengkok. Untuk landasan dengan ketebalan 12 inci (30 cm), hamparan rebar biasanya ditempatkan sekitar 4 inci (11 cm) dari dasar beton, dan untuk sisi-sisinya berkisar antara 2 inci (5.5 cm) sampai 4 inci (11 cm).
14. Perhatikan bentuk rebar pada saat pengecoran. Jika terjadi perubahan atau pergeseran, maka topanglah rangka beton dengan alat yang ada seperti sekop sehingga Anda dapat mengatur kekuatan topangan, atau mudah dipindahkan arahnya yang disesuaikan dengan aliran coran sehingga gaya
tahan yang diperlukan saling berlawanan.
15 Tutup atau Lindungi setiap rebar pada saat bekerja. Rebar yang digunting atau dipotong dengan mesin memiliki ujung yang sangat tajam. Banyak kecelakan yang terjadi ketika pekerja konstruksi jatuh dan mengenai ujung rebar sehingga menderita luka serius dan bahkan ada yang sampai tewas. Administrasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja ( OSHA ), di Amerika Serikat merekomendasikan Penutup rebar yang khusus terbuat dari plastik yang tahan benturan dengan pelat logam tertanam di dalamnya.
Depo Matrial Tanjungsari Sumedang (15 September 2025)
Source: wikihow diambil poin poin yang terpenting.