• +62 821 19431422,

SELAMAT DATANG DI OFFICIAL WEBSITE DEPO MATRIAL SUMEDANG

Lima (5) perbedaan utama antara Genteng Beton dan Tanah liat

 1. Penyerapan Air


Genteng beton memiliki penyerapan air sekitar 13%, sedangkan genteng tanah liat memiliki penyerapan air sekitar 6%. Akibatnya, tingkat penyerapan air yang lebih tinggi ini menyebabkan perkembangan lumut dan noda pada ubin beton. Air yang diserap dapat meningkatkan berat genteng beton yang sebenarnya sudah berat, dan meningkatkan tekanan pada struktur atap. Sedangkan pada genteng tanah liat, permasalahan ini sangat minim karena tingkat penyerapan airnya yang rendah.

2. Berat

Genteng beton beratnya hampir 40% lebih besar daripada ubin tanah liat. Ubin beton memiliki berat  40 kg/m2 sampai dengan 54 kg/m2, tergantung dari ukurang, model dan bentuknya, sementara kebanyakan ubin tanah liat beratnya hanya 29 sampai dengan 32 kg/m2. Akibatnya, struktur atap akan lebih sulit untuk menopang berat genteng beton dibandingkan genteng tanah liat. Dalam beberapa kasus, genteng beton tidak disarankan untuk digunakan pada bangunan, kecuali rangka atapnya diperkuat dan di desain untuk menopang beratnya.

Kecenderungan untuk
pecah dan hancur

Di iklim yang lebih dingin,
genteng tanah liat memiliki kecenderungan untuk retak atau pecah karena siklus pembekuan dan pencairan. Akibatnya, genteng tanah liat lebih banyak ditemukan di iklim yang lebih hangat seperti di Indonesia. Sebaliknya, genteng beton tidak begitu rentan terhadap kerusakan akibat suhu beku, oleh karena itu dapat digunakan di hampir semua iklim.

3. Pemeliharaan

Bobot yang lebih tinggi, tingkat penyerapan air dan pembentukan lumut yang lebih tinggi membuat
genteng beton jauh lebih sulit pemeliharaannya daripada genteng tanah liat, yang hampir terbebas dari masalah ini. Sebagai contoh, pada genteng keramik yang terbuat dari tanah liat, tingkat penyerapan dan lumut hampir tidak ada. Ini berarti genteng tanah liat bisa dibilang bebas perawatan.

4.
Usia dan Penampilan Warna

Karena tanah liat adalah bahan alami,
genteng tanah liat selalu dapat mempertahankan warna aslinya selama bertahun-tahun meskipun mengalami perubahan cuaca. Genteng keramik dipanggang dalam suhu tinggi sekitar 2000 derajat C, menciptakan lapisan tanpa keropos yang dapat bertahan selamanya. Di sisi lain, teknologi pewarnaan yang digunakan pada genteng beton tidak begitu efektif dalam mempertahankan warnanya dan dapat mudah memudar seiring berjalannya waktu. Karena sifat keroposnya, genteng beton juga lebih rentan terhadap noda daripada genteng tanah liat.

5. Daya tahan

Sementara kedua
genteng jenis ini  telah terkenal dan mengungguli sebagian besar bahan atap lainnya, pada akhirnya genteng tanah liatlah yang lebih tahan lama daripada beton. Genteng beton bisa bertahan antara 30 sampai 50 tahun, sementara ubin tanah liat bisa bertahan lebih dari 100 tahun. Anda masih bisa melihat genteng tanah liat yang indah pada bangunan-bangunan tua di negara eropa yang telah ada selama berabad-abad.

Depo Matrial Tanjungsari Sumedang (20 Oktober 2020)

Source: dari berbagai sumber online.

©2016 Depo Matrial All right reserved   Developed by javwebnet