SELAMAT DATANG DI OFFICIAL WEBSITE DEPO MATRIAL SUMEDANG

Dua Puluh Satu (21) Langkah membuat Air Terjun buatan

Dua Puluh Satu (21) Langkah membuat Air Terjun buatan

Belakang rumah bisa dijadikan sebagai tempat yang baik untuk air terjun buatan. Gemerisik air yang tenang dan menghanyutkan dari air terjun yang menimpa bebatuan dapat mengalihkan perhatian kita dari bisingnya  mesin kendaraan dan bisa mengantarkan perasaan anda lebih nyaman. Bagi yang serius atau ingin mencoba memiliki air terjun, bisa menjadi hal yang menyenangkan. Yang dibutuhkan hanya sedikit pengetahuan tentang pembuatan air terjun yang dibuat dan dialirkan oleh anda sendiri.

1. Perencanaan Air Terjun

Step 1

a. Memilih lokasi.

Anda dapat membuat air terjun dimana saja yang anda inginkan, dapat dibuat dilereng perbukitan, atau d belakang pekarangan rumah dengan mempertimbangkan pembangunan aliran air diatas tanah dengan menggunakan kombinasi bebatuan dan kerikil sebagai dasar kolam. Berapa kemiringan yang diperlukan? hanya 5 cm untuk 3 m aliran air. Semakin curam kemiringan semakin deras aliran air dan semakin keras suara air terjunnya.

2. Pilih lokasi yang dekat dengan sumber listrik.

Jika anda ingin air terjun yang mengalir terus menerus sehingga diperlukan mesin yang bisa menarik air tersebut dari bawah ke atas. Sehingga air terjun tersebut harus dekat dengan sumber listrik.

Step 2

3. Tentukan besarnya aliran yang diinginkan.

Ketahui berapa volume air yang diperlukan agar bisa mengalir sehingga bisa menentukan berapa besar penampung bagian atas dan penampung bagian bawah.

a. Pertama, perkirakan volume air yang mengalir. Jika aliran yang diinginkan relatif kecil, katakanlah memiliki lebar 0.6-0.9 m dengan kedalaman 5-7,5 cm maka perkiraan volume air sekitar 18.9 L per linear meter.

Step 3a

b. Kedua ukur total kapasitas aliran dari kolam anda. Sebagai contoh jika kapasitas aliran dari kolam anda 378,5L maka penampung bagian atas diperlukan 189,3 L dan kolamnya sendiri dapat mengakomodasi aliran 757,1 L.

Step 3b

4. Kumpulkan batu besar, sedang dan batu split bulat. Batu ukuran besar sebagai kerangka air terjun, batu ukuran sedang sebagai penyambung, dan batu split bulat sebagai pengisi dasar kolam penampung dan pengisi rongga rongga kecil.

Step 4

a. Kunjungi pedagang batu dan tanyakan batu yang seperti apa yang cocok untuk kolam air terjun dan anda bisa melihat sendiri batu yang cocok menurut keinginan anda.

b. Belilah batu dengan volume: 1.5-2 tons (batu ukuran besar 30-60 cm) untuk penampung bagian atas, 2 – 6 tons ekstra untuk porsi 3 meter aliran diatas tanah. 0.75 tons (batu ukuran sedang 15-60 cm) per 3 meter aliran. 0.5 Tons (batu split bundar ukuran kecil 1-5 cm), 1-2 tons untuk penampung bagian atas dan bawah.

Perencaan Dasar

5. Tandai tanah yang akan dibuat kolam air terjun dengan cat semprot, hal ini untuk memudahkan seberapa luas tanah yang akan digali.

Step 1a

6. Galilah area yang sudah ditandai dengan kedalaman yang cukup untuk menampung air dan batu batuan. Tempatkan batu besar dan sedang disekitar perimeter tanah yang sudah digali.

Step 6

7. Ukur luas galian lalu gunting liner (alas anti bocor) yang harus disesuaikan dengan luas kolam air terjun. Atur sedemikian rupa supaya tidak ada kerutan dan tidak bocor. Biarkan bagian tengahnya tetap kendur agar batu bisa ditempatkan diatasnya.

Step 7a

8. Siapkan penampung air. Lubangi bagian bawah dan pinggir penampung air lalu tempatkan diatas alas anti bocor dan tepat di bawah area dimana tempat air terjun akan dibangun. Masukan pompa air kedalam penampungan air, sambungkan selang yang cukup untuk mencapai bagian atas air terjun. Kuatkan penampung air dengan menempatkan batu ukuran sedang kesekelilingnya. Tutuplah penampung air dengan tutupnya.

Step 8

Step 8a

Step 8b

9. Untuk membangun air terjun sendiri harus diusahakan dari bagian dasar. Tempatkan batu ukuran besar sebagai pondasi lalu susun sedemikian rupa agar terlihat alami.

Step 9

Step 9a

10. Gunakan batu yang lebar dan besar tepat dimana air akan mengalir, karena batu yang kecil lebih mudah hanyut oleh air.

Step 10

11. Selalu cek setiap posisi batu yang ditata dari berbagai sudut. Amati dan pikirkan apakah penempatan setiap batu sudah terlihat natural. Kalau belum, relokasi batu tersebut sampai anda cocok dan merasa puas.

Step 11

12. Hamparkan batu batu kecil di dalam kolam. Anda bisa hamparkan dengan kemiringan tertentu tapi harus dengan level yang sama. Batu yang lebih besar bisa mengikat bebatuan kecil ketika disapu air.

Step 12

13. Beri adukan semen mortar untuk mengikat bebatuan yang besar. Mortar akan mengikat bebatuan besar menjadi lebih stabil.

Step 13

14. Tempatkan bebatuan yang lebih kecil di semua sisi kolam. Ini bisa memperlihatkan bentuk kolam yang lebih natural karena menutupi liner.

Step 14

15. Apabila ada retakan dan bolong kecil, tutup dengan sealant yang berwarna hitam. Sealant bisa dibeli di toko bangunan terdekat. Sealantnya harus yang tidak membahayakan ikan.

Step 15

16. Anda bisa pasang tank antibacterial khususnya jika anda akan memelihara ikan koi.

Step 16

17. Yakinkan lagi kalau batu batu kecil sudah dihamparkan sempurna di dasar kolam.

Step 17

18. Aliri kolam dengan air dari selang sampai level yang yang diinginkan.

Step 18

19. Hidupkan pompa air dan cek kalau air mengalir dengan sempurna. Tempatkan pompa air secara tersamar dengan menatanya diantara bebatuan.

Step 19

20. Apabila aliran air tidak sempurna maka harus perhatikan kemiringan, cek liner dan bebatuan jangan sampai membuat cipratan tetapi air harus mengalir tanpa bantuan air dari selang.

Step 20

21. Akhiri dengan merapikan liner yang kelihatan tidak rata, tempatkan tumbuhan air yang cocok dengan kolam anda. Nah sekarang kolam anda sudah siap untuk ikan ikan hias yang anda inginkan. Sebagai dekorasi tambahan anda bisa pasang lampu lampu tahan air di dipinggir kolam atau di antara bebatuan besar.

Step 21

Salam

Depo Matrial Tanjungsari, diupdate tanggal 21 Desember 2024.

Sumber: Berbagai sumber

©2016 Depo Matrial All right reserved   Developed by javwebnet