• +62 821 19431422,
  • depomatrial2013@gmail.com

SELAMAT DATANG DI OFFICIAL WEBSITE DEPO MATRIAL SUMEDANG

Sepuluh (10) tips Keselamatan Pengelasan

Sepuluh (10) tips Keselamatan Pengelasan

Praktik pengelasan dan peralatan yang aman dan terbaik berlaku secara universal. Pengelasan bisa berbahaya bagi setiap orang, apakah itu di level perusahaan besar ataupun perorangan. Depo Matrial mencoba menghimpun 10 tips keselamatan pada pengelasan sehingga terhindar dari kecelakaan.

1. Baca buku panduan pengelasan. Kita bisa mendapatkannya di internet atau dari buku yang dijual di toko buku atau dari procedur yang sudah disiapkan dan disetujui di perusahaan, isinya tentang informasi keselamatan dan prosedur yang dapat memaksimalkan potensi pengelasan. Untuk mesin las, tukang las wajib mengetahui dan familiar dengan buku manual pengoperasian mesin. Jika manual hilang atau rusak, hubungi pabrik atau suplayer untuk mendapatkan penggantinya.

2. Pakain pelindung selalu dalam keadaan terkancing. Setiap kulit yang terpapar sangat rentan terhadap efek sinar ultraviolet dan inframerah yang merusak dan menyakitkan. Percikan api yang masuk ke saku baju atau celana yang terbuka dapat membara tanpa disadari disaat melakukan pengelasan. Banyak kejadian luka bakar akibat percikan api yang masuk kedalam pakaian. Jangan menyimpan korek api ataupun pemantik api di saku baju karena apabila terpercik api maka akan terbakar.

 3. Kelengkapan keselamatan yang memadai. Personal Protective Equipment (PPE) untuk pengelasan diantaranya helm, welding hood, kaca mata anti ultra violet dan infra merah, sarung tangan, coverall, jaket pengelasan dan sepatu safety. Banyak tukang las mengabaikan PPE ini dan akibatnya bisa fatal, ada juga yang berasalan karena jaket pengelasan terlalu berat, tapi itu dulu, sekarang banyak jaket pengelasan yang ringan. Untuk pengelasan perorangan, minimal memakai pakaian yang tahan api seperti celana denim atau kaos yang terbuat dari bahan tenunan padat. Sarun tangan juga sangat penting agar percikan api tidak melukai tangan, sekarang tersedia sarung tangan yang ergonomis dan sangat mudah digunakan ketika melakukan pengelasan. Walaupun memakai sarung tangan, ketika mengambil logam yang membara harus menggunakan tang agar terhindar dari luka bakar.

 4. Sepatu yang tepat. Sepatu kulit high-top (diatas pergelangan kaki) atau sepatu boot adalah yang paling baik untuk pengelasan. Bagian bawah celana panjang tidak boleh dimasukan kedalam sepatu, karena hal ini dapat membuat percikan api masuk kedalam sepatu sehingga dapat membara didalamnya dan menyebabkan luka bakar pada kaki. Tidak boleh menggunakan sepatu olahraga, sepatu tenis atau sepatu lainnya yang terbuat dari kain.

5. Ventilasi yang baik. Asap yang muncul dari proses pengelasan sangat berbahaya bagi kesehatan, sehingga diperlukan ventilasi udara yang cukup. Pengelasan ditempat tertutup, diperlukan respirator untuk mencegah terisapnya asap yang beracun kedalam sistem pernapasan. Bahkan diperlukan kipas angin penyedot udara untuk mengurangi asap yang berbahaya. Selalu mengecek safety data sheet (Lembar Data Keselamatan) dari kawat las yang digunakan sehingga akan diketahui apa bahayanya bagi kesehatan baik akut maupun kronik.

6. Hindari Cahaya pengelasan. Hanya dibutuhkan sesaat ketika terpapar cahaya pengelasan tanpa kacamata pengaman yang berakibat “arc flash/busur kilas” suatu kondisi yang menyakitkan yang mungkin tidak akan muncul sampai beberapa jam setelah terpapar. Jangan pernah melepaskan kacamata pengaman dan welding hood ketika sedang melakukan pengelasan. Pergunakan kacamata pengaman yang tepat dan sesuai SNI.

7. Helm dengan kaca pelindung otomatis menjadi gelap (Auto-darkening Helmet). Pada industri yang besar, digunakan helm jenis ini, ketika sinar tertangkap oleh sensor, kaca pengaman langsung menjadi gelap seperti tipe dari ANSI Z87.1-2003. Helm ini bereaksi dengan kecepatan 1/10000 – 1/20000 perdetik dan memiliki pelindung yang dapat diatur.

8. Hindari Injuri akibat stress yang berulang (Repetitive Stress Injury). Helm dengan kaca pelindung otomatis dapat mengurangi injuri ini karena tukang las tidak perlu menaik turunkan kaca pelindung setiap waktu. Secara tidak langsung dapat meningkatkan produktifitas kerja karena dapat menghemat waktu dan menambah konsentrasi pekerjaan.

9. Tempat kerja yang rapi. Apabila ingin lebih produktif dengan hasil pengelasan yang baik ditunjang oleh tempat yang aman, baik dan rapi. Semua peralatan pengelasan selalu disimpan ditempatnya dengan label dan tidak bercampur dengan alat-alat lainnya. Kabel-kabel dan mesin las ditata dengan rapi agar tidak ada yang tersandung pada saat pengelasan.

10. Gunakan pengekang keselamatan (safety harness) di tempat ketinggian. Pada saat melakukan pengelasan di tempat tinggi lebih dari 2,5 meter atau dua kali dari tinggi tukang las tersebut maka perlu safety harness. Hal ini untuk mencegah bahaya jatuh dari ketinggian.

Salam

Depo Matrial

Sumber: Dari berbagai sumber online.

©2016 Depo Matrial All right reserved   Developed by javwebnet